alfy's blog
Kamis, 28 Februari 2013
Tips Mendaki Gunung
Mendaki gunung diperlukan persiapan yang cukup. Seringkali kegiatan latihan fisik tidak disiapkan dengan baik. Dalam mendaki gunung ditentukan oleh faktor ekstern dan intern. Kebugaran fisik mutlak diperlukan.
Pendaki gunung legendaris asal Inggris, Sir George Leigh Mallory, kerap menjawab pendek pertanyaan mengapa ia begitu “tergila-gila” naik gunung. “Because it is there,” ujarnya. Jawaban itu menggambarkan betapa luas pengalamannya mendaki gunung dan bertualang.
Selain jawaban itu, masih banyak alasan mengapa seseorang mendaki gunung atau menggeluti kegiatan petualangan lainnya. Mereka punya alasan lebih panjang dari Mallory. Dalam halaman awal buku pegangan petualangan yang dimiliki seluruh anggotanya tertulis, “Nasionalisme tidak dapat tumbuh dari slogan atau indoktrinasi. Cinta tanah air hanya tumbuh dari melihat langsung alam dan masyarakatnya. Untuk itulah kami naik gunung”.
Yang jelas, tidak seorang petualang alam-komunitas di Indonesia lebih senang menggunakan istilah pencinta alam-melakukan kegiatan itu dengan alasan untuk gagah-gagahan. Karena bukan untuk gagah-gagahan, maka sebaiknya tidak ada istilah “modal nekad” dalam mendaki gunung.
Bagaimanapun, gunung dengan rimba liarnya, tebing terjal, udara dingin, kencangnya angin yang membuat tulang ngilu, malam yang gelap dan kabut yang pekat bukanlah habitat manusia modern. Bahaya yang dikandung alam itu akan menjadi semakin besar bila pendaki gunung tidak membekali diri dengan peralatan, kekuatan fisik, pengetahuan tentang alam, dan navigasi yang baik. Tanpa persiapan yang baik, naik gunung tidak bermakna apa-apa.
Secara umum, ada dua faktor yang mempengaruhi berhasil tidaknya pendakian gunung yaitu :
1. Faktor Ekstern
Faktor ekstern adalah faktor yang berasal dari luar diri pendaki. Cuaca, kondisi alam, gas beracun yang dikandung gunung dan sebagainya yang merupakan sifat dan bagian alam. Karena itu, bahaya yang mungkin timbul seperti angin badai, pohon tumbang, letusan gunung atau meruapnya gas beracun dikategorikan sebagai bahaya objektif (objective danger). Seringkali faktor itu berubah dengan cepat di luar dugaan manusia.Tidak ada seorang pendaki pun yang dapat mengatur bahaya objektif itu. Namun dia dapat menyiapkan diri menghadapi segala kemungkinan itu.
2. Faktor Intern
Faktor yang berasal dari diri pendaki yang memncakup segala persiapan, dan kemampuannya faktor kedua ini yang berpengaruh pada sukses atau gagalnya mendaki gunung.
Bila pendaki tidak mempersiapkan pendakian, maka dia hanya memperbesar bahaya subyektif. Misalnya, bahaya kedinginan karena pendaki tidak membawa jaket tebal atau tenda untuk melawan dinginnya udara dan kencangnya angin. Tidak bisa ditawar, mendaki gunung adalah kegiatan fisik berat. Karena itu, kebugaran fisik adalah hal mutlak. Untuk berjalan dan menarik badan dari rintangan dahan atau batu, otot tungkai dan tangan harus kuat.
Untuk menahan beban ransel, otot bahu harus kuat. Daya tahan (endurance) amat diperlukan karena dibutuhkan perjalanan berjam-jam hingga hitungan hari untuk bisa tiba di puncak. Bila tidak biasa berolahraga, calon pendaki sebaiknya melakukan jogging dua atau tiga kali seminggu, dilakukan dua hingga tiga minggu sebelum pendakian. Mulailah jogging tanpa memaksa diri, misalnya cukup 30 menit dengan lari-lari santai.
Tingkatkan waktu dan kecepatan jogging secara bertahap pada kesempatan berikutnya. Bila kegiatan itu terasa membosankan, dapat diselingi dengan berenang. Dua olahraga itu sangat bermanfaat meningkatkan endurance dan kapasitas maksimum paru-paru menyedot oksigen (Volume O2 maximum/VO2 max). Latihan push up, sit up, pull up sebaiknya juga dilakukan untuk memperkuat otot-otot.
Saking semangatnya, pendaki kerap kali ingin segera mencapai puncak, apalagi bila kegiatan itu dilakukan berkelompok. Persaingan untuk berjalan paling cepat, paling depan, dan menjadi orang pertama memijak puncak, sebaiknya ditinggalkan. Mendaki gunung yang baik justru melangkah perlahan dalam langkah-langkah kecil dan dalam irama tetap. Dengan berjalan seperti itu, pendaki dapat mengatur napas, dan menggunakan tenaga seefisien mungkin.
Bagaimanapun mendaki merupakan pekerjaan melelahkan. Selain itu, keindahan alam dan kebersamaan dalam rombongan, sering menggoda pendaki untuk banyak berhenti dan beristirahat di tengah jalan. Bila dituruti terus, bukan tidak mungkin pendakian malah gagal mencapai puncak. Karena itu, cobalah membuat target pendakian. Misalnya, harus berjalan nonstop selama satu jam, lalu istirahat 10 menit, kembali mendaki selama satu jam dan seterusnya. Lakukan hal ini hingga mencapai puncak atau hari telah sore untuk berkemah.
Pada medan perjalanan yang landai, target waktu seperti itu dapat diganti dengan target tempat. Caranya, tentukanlah titik-titik target di peta sebagai titik beristirahat.
Buatlah jadwal rencana kegiatan sehingga waktu yang tersedia digunakan seefektif mungkin dalam bergiat di alam. Jadwal itu memungkinkan pendaki menghitung berapa banyak makanan, pakaian, peralatan harus dibawa, dan dana yang harus disiapkan. Jadwal itu antara lain mencakup keberangkatan, jadwal dan rute pendakian, kapan tiba di puncak, jadwal dan rute pulang, dan seterusnya.
Jadwal pendakian perhari dapat lebih dirinci dengan berapa jam jatah pendakian, pukul berapa dimulai dan kapan berhenti serta seterusnya. Untuk menghindari beban bawaan terlalu berat, hindari membawa barang-barang yang tidak perlu. Misalnya, cukup membawa baju dan celana tiga atau empat stel meski pendakian memerlukan waktu cukup lama. Satu stel pakaian dikenakan saat berangkat dari rumah hingga kaki gunung dan saat pulang. Satu stel sebagai baju lapangan saat mendaki.
Satu stel yang lain sebagai baju kering yang digunakan saat berkemah. Rain coat dan payung dapat dicoret dari barang bawaan bila telah membawa ponco. Bila telah membawa lilin, cukup membawa batu batere seperlunya untuk menyalakan senter dalam keadaan darurat. Piring dapat ditinggal di rumah karena wadah makanan dapat menggunakan rantang memasak atau cangkir.
Bila barang perlengkapan telah terkumpul, masukkan semua ke dalam ransel. Jangan biarkan ada sejumlah barang seperti cangkir atau sandal diikat di lua ransel. Selain tidak sedap dipandang, risiko hilang selama pendakian, amat besar. Meski demikian, ada beberapa barang yang ditolerir bila ditaruh di luar ransel dan diikat dengan tali webbing ransel. Misalnya, matras karet dan tiang tenda.
Namun, yakinkan, semua telah diikat dengan kencang. Menaruh barang di dalam ransel amat berbeda dengan cara memasukkan buku-buku pelajaran dalam daypack (ransel kecil yang biasa digunakan ke sekolah). Buku pelajaran, baju praktikum, kalkulator dapat kita cemplungkan begitu saja ke dalam daypack. Sebaliknya, barang-barang pendakian harus dimasukkan dalam ransel dengan aturan tertentu sehingga mengurangi rasa sakit saat memanggul dan menghindari ruang kosong dalam ransel
Prinsip pengepakan barang dalam ransel:
1. Letakkan barang ringan di bagian bawah dan barang berat di bagian atas.
2. Barang-barang yang diperlukan paling akhir (misalnya peralatan kemping dan tidur), ditaruh di bagian bawah dan barang yang sering dikeluar-masukkan (seperti jaket, jas hujan, botol air) di bagian atas.
3. Jangan biarkan ada ruang kosong dalam ransel. Contoh, manfaatkan bagian dalam panci sebagai tempat menyimpan beras. Untuk itu, langkah pertama mengepak perlengkapan pendakian adalah mengelompokkan barang menurut jenis, seperti:
- Pakaian dan kantung tidur,
- Alat memasak,
- Tenda,
- Makanan.
Bungkus kelompok-kelompok barang itu dalam kantong-kantong plastik agar mudah dicari. Sebagian besar pendaki menganggap, mengepak barang merupakan seni tersendiri dan kerap mengasyikkan.
Pengetahuan Dasar Pendaki Gunung
Dalam mendaki gunung atau menjelajah alam, pelaku juga harus memasak, makan, tidur, dan membersihkan diri. Semua dilakukan sendiri. Untuk itu, pendaki tidak dapat menghindari barang bawaan yang relatif banyak dan berat. Perlengkapan apa saja yang diperlukan untuk pendakian? Perlengkapan seorang pendaki berupa sepatu, baju dan celana, jaket, ponco atau rain coat, dan ransel.
Sepatu mendaki yang baik selain melindungi kaki dari luka, juga harus nyaman saat dipakai meski membawa beban berat di medan licin, berbatu-batu, dan curam. Jenis sepatu boot paling cocok untuk kegiatan ini, karena melindungi pergelangan hingga mata kaki dari kemungkinan terkilir. Pilihlah sol sepatu dengan kembang besar, ceruk yang dalam dan memiliki tumit. Sol seperti ini memungkinkan pemakai dapat mencengkeram permukaan meski kondisinya ekstrim (curam, licin, atau berbatu-batu).
Pakaian ideal saat mendaki di gunung tropis adalah yang relatif tebal dan menyerap keringat, celana yang tidak kaku dan ringan guna melindungi kaki dari goresan duri. Baju dari katun atau wool cukup ideal. Sayang bila telah basah, katun tidak mampu menghangatkan badan. Baju dari bahan sintetis semisal polyesters dan acrylics sedikit menyerap keringat tetapi cepat kering.
Sementara bahan nilon sebaiknya tidak digunakan karena tidak menyerap keringat sehingga keringat akan tetap menempel di badan. Sebaliknya, nylon amat baik menahan hujan, sehingga banyak digunakan sebagai ponco. Saat mendaki, hindari pemakaian pakaian berbahan jeans. Bahan ini sukar kering dan berat saat basah. Bila mendaki medan yang dirimbuni pepohonan atau semak tinggi, di mana terpaan angin tidak kencang, hindari mengenakan jaket saat berjalan. Selain menahan keringat menempel di badan, jaket juga membuat tubuh merasa gerah karena selama berjalan suhu tubuh meningkat akibat pembakaran zat makanan untuk menghasilkan energi.
Pada saat istirahat, di sela pendakian, pembakaran berkurang. Dinginnya temperatur di pegunungan dan hembusan angin maka pendaki akan menghadapi perbedaan drastis temperatur. Oleh karena itu, saat beristirahat, sebaiknya pendaki mengenakan jaket atau sweater tebal. Bila beristirahat saat hujan, sebaiknya mengganti baju jalan yang basah dengan baju kering. Jaket sebaiknya digunakan menahan dingin di puncak atau di lokasi kemping saat akitivitas tidak segiat saat berjalan. Pilihlah jaket yang berbahan isian (down jacket). Jaket jenis ini cukup tebal dan penahan dingin yang baik.
Kelemahannya, relatif berat dan memakan banyak tempat dalam ransel. Jaket lain sebaiknya dibawa adalah yang memiliki dua lapisan (double layer). Lapisan dalam biasanya berbahan penghangat dan menyerap keringat seperti wool atau polartex, sedang lapisan luar berfungsi menahan air dan angin. Kini, teknologi tekstil sudah mampu memroduksi Gore-tex, bahan jaket yang nyaman dipakai saat mendaki. Bahan itu memungkinkan kulit tetap “bernapas”, tidak gerah, mengeluarkan uap keringat, mampu menahan angin (wind breaking) dan resapan air hujan (water proof). Sayang, bahan ini masih mahal, rata-rata berharga di atas Rp 1 juta.
Perlengkapan vital pendakian lainnya adalah ransel. Kini banyak jenis ransel-terutama berangka dalam-dijual di pasaran. Fungsi rangka selain menyangga badan ransel tetap tegak, mencegah barang di dalamnya bergeser, dan menjaga jarak antara punggung pemakai dari ransel. Akibatnya, barang-barang keras yang dibawa tidak menyakitkan. Ransel yang baik dilengkapi tali pengatur sabuk penggendok atau sandang bahu, sandang pinggang, atau sabuk pinggang. Sabuk dan tali pengatur itu akan membuat pemakainya nyaman memanggul ransel beserta isinya.
Bila pendaki ingin membawa barang bawaan ke bahu dan punggung, kencangkan tali pengatur sandang bahu dan longgarkan sabuk pinggang. Sebaliknya, bila beban ingin ditopang punggung dan pinggang, kencangkan tali sabuk pinggang dan kendorkan tali sandang bahu. Ransel berdisain baik, bila rangka bagian bawah, saat dipakai, ada di sekitar pinggang sedang lengkungan rangka atas sesuai lengkungan tulang punggung pemakai. Ransel yang memiliki beberapa kantung di penutup atau badan, memiliki banyak keuntungan.
Barang-barang kecil seperti botol air minum, jaket, atau kamera yang sering dikeluar-masukkan selama pendakian, dapat ditaruh di situ. Dengan demikian, pendaki tidak perlu membuka-tutup dan mengacak-acak isi ruang utama ransel.
Oleh karena itu, pilihlah ransel berbahan nilon atau kanvas. Nilon selain kedap air juga ringan. Sebaliknya, kanvas relatif berat terutama pada waktu basah. Akan tetapi, kanvas lebih kuat terhadap goresan
Persiapan Mendaki Gunung
Persiapan umum untuk mendaki gunung antara lain kesiapan mental, fisik, etika, pengetahuan dan ketrampilan.
1. Perencanaan pendakian
*
Hal hal yang perlu diperhatikan dlm perencanaan pendakian :
*
Mengenali kemampuan diri dalam tim dalam menghadapi medan
*
Mempelajari medan yang akan ditempuh
*
Teliti rencana pendakian dan rute yang akan ditempuh secermat mungkin
*
Pikirkan waktu yangdigunakan dalam pendakian
* Periksa segala perlengkapan yang akan dibawa
1. Perlengkapan perjalanan
* Perlengkapan dasar
Perlengkapan jalan : sepatu , kaoskaki , celana , ikat pinggang , baju , topi , jas hujan dll
Perlengkapan tidur : sleeping bag , tenda, matras dll
Perlengkapan masak dan makan: kompor , sendok , makanan , korek dll
Perlengkapan pribadi : jarum , benang , obat pribadi , sikat , toilet paper dll
Ransel / carrier
* Perlengkapan pembantu
Kompas , senter , pisau pinggang , golok tebas , P3K, Peta , busur drajat ,pengaris , pensil, Alat komunikasi (Handy talky) , survival kit ,GPS, Jam tangan,dll.
1. Packing atau menyusun perlengkapan kedalam ransel
*
Kelompokkan barang barang sesuai dengan jenis jenisnya masukkan dalam kantong plastik
*
Letakkan barang barang yang ringan dan jarang penggunananya (mis : Perlengkapan tidur) pada yang tempat paling dalam, barang barang yang sering digunakan dan vital letakkan sedekat mungkin dengan tubuh dan mudah diambil Tempatkan barang barang yang lebih berat setinggi dan sedekat mungkin dengan badan / punggung.
*
Checklist barang barang tsb.
Macam-macam penyakit yang sering dihadapi oleh pendaki:
1. Hypotermia
Adalah penurunan suhu tubuh secara tidak normal, dimana dikenal sebagai dingin penyebab kematian. Hypotermia tidak ada bedanya apakah terjadi di air,hutan atau puncak gunung. Statistik menunjukkan sebagian besar kasus ini justru terjadi pada suhu yang tidak terlampau dingin dan C). Badan yang basah oleh keringat atauini dianggap berbahaya (0-10 air hujan dan angin pada suhu tertentu dapat berakibat fatal dan dapat menyebabkan anda kehilangan banyak kalori.Pertolongan harus diberikan dalam 1 ½ jam setelah menggigil hebat. Bila tidak, siap-siaplah dijemput malaikat maut, wassalam.
2. Dehidrasi
Kekurangan cairan dalam tubuh karena sinar matahari atau air yang masuk dalam tubuh berkurang atau banyak minum air berkadar garam tinggi sehingga cairan dalam tubuh tertarik keluar.
3. Sun Burn
Terbakarnya kulit karena sinar sengatan matahari, biasanya pada tempat yang tinggi, lapisan udara tipis dan matahari mengandung ultraviolet yang membakar kulit
Rabu, 19 Desember 2012
Profil Gritte Agatha
Gritte Griseldha Agatha berperan sebagai Mae di Get Maried The Series, cewek ini berkelahiran di Jakarta,9 Maret 1996. Sekarang dia duduk di bangku kelas 2 SMA di Ghandi International School Ancol. Banyak iklan yang telah dibintanginya loh, seperti, Fitkom, Tepung Goreng Pisang Sasa,Teh Sisri, Carvil, Segar Sari, So Good, bukrim, dan masih banyak lagi loh. Dia juga pernah jadi presenter di Surat Sahabat dan Sahabat Katulistiwa yang dulu ditayangkan setiap minggu jam 8 pagi bersama Esa Sigit.. FTV dan mini seri yang pernah diibintanginya yaitu BARBIE UNTUK TIA,Cookies,Frame Ritz, SEMUA SAYANG DINDA KOK,Cookies,Frame Ritz,SEPATU RATU,MY JOHN MY BEIBH,CINTA MONYET ALA KINGKONG. Pengalaman Layar Lebarnya yaitu RAHASIA BINTANG gritte berperan sebagai Sheilla.Dia anak ketiga dari tiga bersaudara loh, kakak-kaknya yang bernama GARRY ALFANZO dan GARRANT LEONARDO sangat sayang sama dia loh J. E-Mail dia gritte-ajja@hotmail.com .. Oh iya, kak itte juga itu suka banget yang namanya anjing. Dia juga sayang sama sahabat-sahabatnya,salah satu sahabat dekatnya itu namanya Serly J. Kak itte juga ternyata sepupunya kak Esa Sigit loh.. “G-LIC” Nama panggilan untuk fansnya kak Itte
Profil Get Maried The Series
Profil GET MARIED THE SERIES
Get Married: The Series mengisahkan tentang empat orang anak yang dikaitkan dengan berbagai hal, antara lain seperti kelahiran di hari yang sama, rumah berdekatan, dan sekolah di tempat yang sama.
Mereka adalah Mae,Guntoro, Beni dan Eman. Cerita yang di angkat berdasarkan permasalahan sehari-hari, baik permasalahan di keluarga,di sekolah & di kampung mereka.Tokoh di sekolah dan Kampung “CAIR” dalam artian tokoh-tokoh seperti Guru & Teman sekolah bisa masuk Ke konflik atau permasalahan dikampung/dirumah. Hal ini memungkinkan cerita semakin Luas, tetapi tetap “Terhubung & Tidak Monoton”.
Get Married The Series mengetengahkan anak-anak bersekolah dasar, serial ini dibuat “Episodik” dimana ada permasalahan yang berbeda di tiap episodenya.Tapi tetap saja untuk mengikat para penonton tetap ada benang merahnya.
Pemeran
Berikut adalah daftar pemeran Get Married: The Series
Gritte Agatha - Mae
Randy Martin - Beni
Levty Auriga - Eman
Brian Austin - Guntoro
Rafi Farhan - Abeng
Kevin Gutomo - Boy
Ghina Salsabila - Ajeng
Edbert Destiny - Jimbong
Meirayni Fauziah - Cindy
Lani Ramadhani – Aisyah
Prilly Lotuconsina - Josephira
Jaja Mihardja - Pak Mardi
Lydia Kandou - Bu Mardi
Iang Darmawan - Pak Hidayat
Inggrid Widjanarko - Bu Hidayat
Pipip Sasati - Bu Mamat
Darmadi Soedono - Pak Wiyogo
Dini Vitri - Bu Wiyogo
Joe Hana -Lurah Jupri
Billy W. Polli - Reno
Togi Sitompul – Togi
Derry Drajat - Pak Kirno
Rabu, 06 Juni 2012
syarat POLISI
Tes Kesehatan Masuk Polri
Tes kesehatan dilaksanakan dua kali. Yang pertama biasanya adalah tes bagian luar tubuh (tinggi dan berat badan, postur, mata, gigi, THT, kulit, alat reproduksi, anus, varises) dan yang kedua adalah tes bagian dalam tubuh (ronsen, tes urin, dan tes darah). Sebaiknya anda check up terlebih dahulu ke dokter Polri sebelum tes yang sebenarnya.
Bagi anda yang ingin masuk Polri atau TNI atau instansi lainnya, maka kaki anda juga harus terhidar dari varises pada tes kesehatan. Adanya varises dapat menggagalkan anda pada tes kesehatan. Varises adalah munculnya pembuluh darah pada belakang tumit atau betis, biasanya berwarna garis kebiruan. Varises biasanya terjadi karena kebiasaan anda yang langsung menekuk / melipat kaki anda setelah melakukan olah raga. Namun jangan khawatir, varises dapat diatasi dengan cara disuntik menggunakan obat tertentu. Saya dulu waktu mau masuk Polri juga disuntik varises saya dan alhamdulillah sampai sekarang tidak muncul lagi.
Bagi anda yang memiliki varises dan berminat menghilangkannya, silakan mendaftar untuk melakukan suntik varises. Suntik varises yang saya tawarkan memakai obat yang paten (karena ada obat yang tidak paten) sehingga 6 bulan setelah suntik pun varises tidak muncul lagi asalkan anda mengikuti saran kami. Suntik varises baiknya minimal dua minggu sebelum tes kesehatan karena jika terlalu mepet tes, bekas suntikan masih kelihatan dan bisa menggagalkan anda.
BAGI YANG BERMINAT SUNTIK VARISES DI DAERAH JAKARTA DAN SEKITARNYA SILAKAN SMS KE: 0818 074 111 99
BIAYA : Rp. 750.000 per satu kaki.
AYO BURUAN DAFTAR KARENA NANTI TERLANJUR MEPET TES DAN JUGA OBAT KIAN TERBATAS !
Adapun sebagai informasi, kami juga memiliki rincian PAKET pelatihan (sampai dinilai bisa) adalah sebagai berikut :
1. check up kesehatan Polri lengkap : Akpol =Rp. 5 juta, Secaba =Rp. 4 juta
2. pelatihan kesamaptaan jasmani Polri : Akpol = Rp. 5 juta, Secaba = 4 juta
3. pelatihan psikotes khusus masuk Polri : Akpol = Rp. 5 juta, Secaba = 4 juta
*GARANSI LULUS seleksi di item yang diikuti (kesehatan, kesamaptaan, psikologi), jika tidak lulus uang kembali
Atau jika mau ambil yang non paket adalah Rp. 700.000,- sekali datang dengan diberikan semua materi lengkap di item tersebut.
Untuk menghindari penipuan, kami tidak menerima transfer uang. Anda yang berminat harus langsung ketemu kami di kantor untuk kami tunjukkan materi yang akan diberikan. Apabila sudah ‘deal’ uang baru dibayarkan secara ‘cash’.
Ayo buruan gabung sama yang lain, karena pembukaan Akpol biasanya bulan Maret-April dan Bintara (Caba) bulan January-February tiap tahunnya
Bagi yang berminat silakan SMS ke 0818 074 111 99
CATATAN:
1. DENGAN MENGIKUTI PELATIHAN INI ANDA TIDAK PERLU NITIP / MENYUAP PANITIA AGAR LULUS KARENA ANDA BISA LULUS ATAS KEMAMPUAN ANDA SENDIRI.
2. KENAPA BIAYA BIMBINGAN KAMI LEBIH MAHAL DARI YANG LAIN? KARENA KAMI BUKAN HANYA MEMBANTU ANDA SEKEDAR LULUS DI ITEM TES YANG DIIKUTI NAMUN JUGA MEMBANTU ANDA UNTUK MENDAPATKAN RANKING TINGGI. BUAT APA KALAU SEKEDAR LULUS NAMUN AKHIRNYA TIDAK MASUK KUOTA?!
selamat bergabung!
Anda bisa mencapai cita-cita anda !!!
Tetap Semangat !!!
Jumat, 18 Mei 2012
Istilah2 di merpati putih
PPS BETAKO MERPATI PUTIH, merupakan singkatan dari Perguruan Pencak Silat Beladiri Tangan Kosong Merpati Putih.
MERPATI PUTIH, merupakan singkatan dari Mersudi Patitising Tindak Pusakane Titising Hening, dalam bahasa indonesia-nya adalah mencari sampai mendapatkan tindakan yang benar dengan keheningan.
Calon Anggota, merupakan sebutan bagi seseorang yang baru bergabung dalam Perguruan Pencak Silat BETAKO Merpati Putih dengan sabuk dasar warna putih.
Anggota, merupakan sebutan bagi seseorang yang telah melewati masa pembajaan dan pelantikan dalam kenaikan tingkat Merpati Putih dengan sabuk dasar warna merah.
Pembajaan Merpati Putih, adalah proses pengenalan bagi calon anggota kepada materi-materi latihan Merpati Putih yang berguna untuk penguatan fisik dan mental. Pembajaan ini hanya dilakukan sekali seumur hidup, yaitu ketika calon anggota akan dilantik menjadi anggota Merpati Putih (Dari sabuk dasar putih ke sabuk dasar merah).
Pelantikan Merpati Putih, adalah proses upacara resmi kenaikan tingkat. Dengan adanya pelantikan ini, maka anggota atau calon anggota akan menyandang tingkat yang telah diperolehnya secara resmi.
Tradisi Merpati Putih, adalah acara napak tilas Guru Besar Merpati Putih ketika menerima ilmu dari Sang Guru. Pada acara ini, seluruh anggota Merpati Putih dari seluruh dunia berkumpul untuk mengulang kembali jejak-jejak latihan dari Guru Besar Merpati Putih. Acara ini dilakukan di daerah parang kusumo, Bantul, Yogyakarta.
Guru Besar Merpati Putih, adalah sebutan bagi kakak beradik Mas Pung dan Mas Budi (Alm). Sebutan Guru Besar diberikan karena mereka berdua memiliki peran yang sangat besar dalam memajukan Merpati Putih di dunia persilatan Indonesia bahkan dunia.
Sang Guru, adalah sebutan bagi Pak Sarengat (Alm) ayah dari kakak beradik Mas Pung dan Mas Budi (Alm). Beliau merupakan keturunan dari pewaris ilmu kanuragan kerajaan mataram, yaitu Merpati Putih yang kemudian meneruskan ilmu tersebut kepada kedua anaknya.
Uji Coba, adalah acara yang dilakukan untuk melakukan pengujian kepada anggota atau calon anggota Merpati Putih dengan materi ujian kenaikan tingkat. Dengan adanya uji coba ini, diharapkan peserta ujian kenaikan tingkat dapat lebih mempersiapkan diri.
Ujian Kenaikan Tingkat, adalah ujian yang menentukan apakah anggota atau calon anggota Merpati Putih dapat naik tingkat ke jenjang yang lebih tinggi atau tidak. Ujian ini dilakukan dalam 2 sesi, yaitu ujian tata gerak dan ujian stamina. Untuk tingkatan Balik I ke atas, maka akan ditambah dengan ujian getaran dan akan terus bertambah untuk tingkatan yang lebih tinggi.
Ujian tata gerak, dilakukan dengan menguji gerak dasar, rangkaian gerak praktis, rangkaian gerak terikat, tangkap kunci dan pelepasan tangkap kunci sesuai dengan tingkatan yang akan diuji. Untuk anggota, yaitu sabuk dasar berwarna merah akan ditambah dengan ujian tarung bebas.
Gerak Dasar, adalah suatu rangkaian gerak yang digunakan sebagai dasar untuk membentuk karakter tata gerak sesuai tingkatannya. Secara garis besar rangkaian tata gerak meliputi pukulan, sodokan, tendangan, tangkisan dan totokan.
Rangkaian Gerak Praktis, adalah suatu rangkaian yang dapat digunakan secara praktis karena mengandung gerak dasar yang sangat sederhana, sehingga nantinya dapat diaplikasikan secara cepat.
Rangkaian Gerak Terikat, adalah suatu rangkaian gabungan yang menyatukan seluruh gerak dasar, rangkaian gerak praktis dan tangkap kunci sesuai dengan tingkatannya. Dengan adanya rangkaian gerak terikat, anggota atau calon anggota dapat lebih terbiasa dalam melakukan pertarungan beladiri nantinya.
Tangkap kunci, adalah gerakan untuk menangkap lawan dan menguncinya sehingga lawan tidak dapat melakukan gerakan apapun (keadaan terkunci).
Pelepasan Tangkap Kunci, adalah gerakan yang digunakan untuk melepaskan bila suatu saat lawan akan mengunci diri kita.
Tarung bebas, adalah pertarungan tanpa menggunakan body protector (khusus pria) dengan peraturan standar Merpati Putih (bukan IPSI). Akan tetapi dalam pertarungan ini masih dibatasi untuk tidak menyerang bagian vital yang dapat membahayakan. Dengan meningkatnya kualitas fisik dan mental para anggota Merpati Putih, maka diharapkan dengan pertarungan ini dapat lebih membiasakan diri dalam mengaplikasikan gerakan silat Merpati Putih.
Getaran, adalah ciri khas Merpati Putih yang tidak dapat ditemui pada perguruan pencak silat lainnya. Getaran dalam Merpati Putih sangat luas, beberapa diantaranya adalah getaran tutup mata, getaran pengobatan, getaran pematahan benda dan getaran lainnya.
Getaran Tutup Mata, adalah sebagian kecil ilmu getaran dari Merpati Putih dimana sesorang dapat melihat keadaan sekitarnya dengan cara tutup mata. Ilmu ini tidak hanya dapat digunakan oleh orang normal, tetapi juga dapat digunakan oleh orang yang tuna netra sejak lahir. Ilmu getaran ini dapat dipelajari pada tingakatan Balik I (Tingkat 3 dalam Merpati Putih). Pada tingkatan Merpati Putih yang lebih tinggi, seseorang yang menguasai getaran tutup mata ini tidak hanya dapat melihat keadaan sekitarnya saja, akan tetapi dapat melihat orang atau benda atau lainnya pada jarak yang sangat jauh bahkan tersembunyi sekalipun sehingga jarak tidak terikat oleh waktu. Selain itu pada getaran tutup mata ini, karena sangat bersinggungan dengan hal-hal yang bersifat metafisika, maka sangatlah mungkin seseorang yang menguasai ilmu ini dapat melihat sesuatu hal yang bersifat halus.
Getaran Pengobatan, adalah ilmu pengobatan yang memanfaatkan tenaga dalam yang telah dilatih pada latihan reguler Merpati Putih. Umumnya anggota Merpati Putih dapat melakukan getaran pengobatan, artinya dapat menyembuhkan diri sendiri maupun orang lain. Akan tetapi orang yang berbakat pada getaran pengobatan akan lebih efektif atau lebih cepat dalam menyembukan penyakit dibandingkan yang tidak berbakat. Pada tingkatan Merpati Putih yang lebih tinggi, seseorang dapat menyembuhakan penyakit dalam jarak jauh.
Getaran Pematahan Benda, adalah ilmu yang digunakan untuk melakukan pematahan benda keras yang tidak hanya cukup dengan menggunakan fisik, dan tenaga dalam saja. Dengan menggunakan ilmu getaran ini, maka benda yang keras sekalipun dapat dipatahkan hanya dengan menyentuhnya bukan dengan pukulan yang keras.
MERPATI PUTIH, merupakan singkatan dari Mersudi Patitising Tindak Pusakane Titising Hening, dalam bahasa indonesia-nya adalah mencari sampai mendapatkan tindakan yang benar dengan keheningan.
Calon Anggota, merupakan sebutan bagi seseorang yang baru bergabung dalam Perguruan Pencak Silat BETAKO Merpati Putih dengan sabuk dasar warna putih.
Anggota, merupakan sebutan bagi seseorang yang telah melewati masa pembajaan dan pelantikan dalam kenaikan tingkat Merpati Putih dengan sabuk dasar warna merah.
Pembajaan Merpati Putih, adalah proses pengenalan bagi calon anggota kepada materi-materi latihan Merpati Putih yang berguna untuk penguatan fisik dan mental. Pembajaan ini hanya dilakukan sekali seumur hidup, yaitu ketika calon anggota akan dilantik menjadi anggota Merpati Putih (Dari sabuk dasar putih ke sabuk dasar merah).
Pelantikan Merpati Putih, adalah proses upacara resmi kenaikan tingkat. Dengan adanya pelantikan ini, maka anggota atau calon anggota akan menyandang tingkat yang telah diperolehnya secara resmi.
Tradisi Merpati Putih, adalah acara napak tilas Guru Besar Merpati Putih ketika menerima ilmu dari Sang Guru. Pada acara ini, seluruh anggota Merpati Putih dari seluruh dunia berkumpul untuk mengulang kembali jejak-jejak latihan dari Guru Besar Merpati Putih. Acara ini dilakukan di daerah parang kusumo, Bantul, Yogyakarta.
Guru Besar Merpati Putih, adalah sebutan bagi kakak beradik Mas Pung dan Mas Budi (Alm). Sebutan Guru Besar diberikan karena mereka berdua memiliki peran yang sangat besar dalam memajukan Merpati Putih di dunia persilatan Indonesia bahkan dunia.
Sang Guru, adalah sebutan bagi Pak Sarengat (Alm) ayah dari kakak beradik Mas Pung dan Mas Budi (Alm). Beliau merupakan keturunan dari pewaris ilmu kanuragan kerajaan mataram, yaitu Merpati Putih yang kemudian meneruskan ilmu tersebut kepada kedua anaknya.
Uji Coba, adalah acara yang dilakukan untuk melakukan pengujian kepada anggota atau calon anggota Merpati Putih dengan materi ujian kenaikan tingkat. Dengan adanya uji coba ini, diharapkan peserta ujian kenaikan tingkat dapat lebih mempersiapkan diri.
Ujian Kenaikan Tingkat, adalah ujian yang menentukan apakah anggota atau calon anggota Merpati Putih dapat naik tingkat ke jenjang yang lebih tinggi atau tidak. Ujian ini dilakukan dalam 2 sesi, yaitu ujian tata gerak dan ujian stamina. Untuk tingkatan Balik I ke atas, maka akan ditambah dengan ujian getaran dan akan terus bertambah untuk tingkatan yang lebih tinggi.
Ujian tata gerak, dilakukan dengan menguji gerak dasar, rangkaian gerak praktis, rangkaian gerak terikat, tangkap kunci dan pelepasan tangkap kunci sesuai dengan tingkatan yang akan diuji. Untuk anggota, yaitu sabuk dasar berwarna merah akan ditambah dengan ujian tarung bebas.
Gerak Dasar, adalah suatu rangkaian gerak yang digunakan sebagai dasar untuk membentuk karakter tata gerak sesuai tingkatannya. Secara garis besar rangkaian tata gerak meliputi pukulan, sodokan, tendangan, tangkisan dan totokan.
Rangkaian Gerak Praktis, adalah suatu rangkaian yang dapat digunakan secara praktis karena mengandung gerak dasar yang sangat sederhana, sehingga nantinya dapat diaplikasikan secara cepat.
Rangkaian Gerak Terikat, adalah suatu rangkaian gabungan yang menyatukan seluruh gerak dasar, rangkaian gerak praktis dan tangkap kunci sesuai dengan tingkatannya. Dengan adanya rangkaian gerak terikat, anggota atau calon anggota dapat lebih terbiasa dalam melakukan pertarungan beladiri nantinya.
Tangkap kunci, adalah gerakan untuk menangkap lawan dan menguncinya sehingga lawan tidak dapat melakukan gerakan apapun (keadaan terkunci).
Pelepasan Tangkap Kunci, adalah gerakan yang digunakan untuk melepaskan bila suatu saat lawan akan mengunci diri kita.
Tarung bebas, adalah pertarungan tanpa menggunakan body protector (khusus pria) dengan peraturan standar Merpati Putih (bukan IPSI). Akan tetapi dalam pertarungan ini masih dibatasi untuk tidak menyerang bagian vital yang dapat membahayakan. Dengan meningkatnya kualitas fisik dan mental para anggota Merpati Putih, maka diharapkan dengan pertarungan ini dapat lebih membiasakan diri dalam mengaplikasikan gerakan silat Merpati Putih.
Getaran, adalah ciri khas Merpati Putih yang tidak dapat ditemui pada perguruan pencak silat lainnya. Getaran dalam Merpati Putih sangat luas, beberapa diantaranya adalah getaran tutup mata, getaran pengobatan, getaran pematahan benda dan getaran lainnya.
Getaran Tutup Mata, adalah sebagian kecil ilmu getaran dari Merpati Putih dimana sesorang dapat melihat keadaan sekitarnya dengan cara tutup mata. Ilmu ini tidak hanya dapat digunakan oleh orang normal, tetapi juga dapat digunakan oleh orang yang tuna netra sejak lahir. Ilmu getaran ini dapat dipelajari pada tingakatan Balik I (Tingkat 3 dalam Merpati Putih). Pada tingkatan Merpati Putih yang lebih tinggi, seseorang yang menguasai getaran tutup mata ini tidak hanya dapat melihat keadaan sekitarnya saja, akan tetapi dapat melihat orang atau benda atau lainnya pada jarak yang sangat jauh bahkan tersembunyi sekalipun sehingga jarak tidak terikat oleh waktu. Selain itu pada getaran tutup mata ini, karena sangat bersinggungan dengan hal-hal yang bersifat metafisika, maka sangatlah mungkin seseorang yang menguasai ilmu ini dapat melihat sesuatu hal yang bersifat halus.
Getaran Pengobatan, adalah ilmu pengobatan yang memanfaatkan tenaga dalam yang telah dilatih pada latihan reguler Merpati Putih. Umumnya anggota Merpati Putih dapat melakukan getaran pengobatan, artinya dapat menyembuhkan diri sendiri maupun orang lain. Akan tetapi orang yang berbakat pada getaran pengobatan akan lebih efektif atau lebih cepat dalam menyembukan penyakit dibandingkan yang tidak berbakat. Pada tingkatan Merpati Putih yang lebih tinggi, seseorang dapat menyembuhakan penyakit dalam jarak jauh.
Getaran Pematahan Benda, adalah ilmu yang digunakan untuk melakukan pematahan benda keras yang tidak hanya cukup dengan menggunakan fisik, dan tenaga dalam saja. Dengan menggunakan ilmu getaran ini, maka benda yang keras sekalipun dapat dipatahkan hanya dengan menyentuhnya bukan dengan pukulan yang keras.
Minggu, 11 Maret 2012
sejarah
merpati putih adalah seni bela diri asli Indonesia.Bermula dari ilmu warisan keluarga yg kemudian berkembang ke seluruh Indonesia dan juga manca negara. Materi keilmuan dalam Merpati Putih adalah murni olah raga, tidak ada magic atau sejenisnya
Langganan:
Postingan (Atom)
